Pemrograman Web

CMS (Content Managemen System)

No comments
sumber gambar : http:///Dev-Blog
Secara sederhana Content Management System (CMS) adalah sistem aplikasi yang digunakan untuk mengelola dokumen dan konten sebuah sistem, karena kita lagi membahas tentang web, jadi yang diatur dan dikontrol itu adalah seluruh isi dan tampilan dari web yang ingin kita bangun.

Content ?
Sederhananya dapat dijelaskan bahwa content adalah setiap jenis atau unit informasi digital yang digunakan untuk mengisi setiap halaman. Content dapat berupa text, gambar, animasi, suara, dll. Intinya adalah semua hal yang ingin diperlihatkan kepada public melalui internet.

Content Managemet ?
Content management atau pengelolaan isi suatu website yaitu menggabungkan aturan, proses, dan alur kerja sehingga kita dapat membuat, mengubah, dan mem-publish seluruh isi halaman sesuai dengan alur sistem.
Content Management System ?
Sistem itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu alat atau gabungan dari alat yang efisien, efektif dan memudahkan pembuatan halaman web menggunakan sistem pengelolaan isi website. Dapat disimpulkan bahwa CMS adalah suatu alat yang dapat memusatkan kemampuan teknis dan menyebarkan kemampuan non teknis kepada anggota tim untuk membuat, mengubah, mengelola dan mem-publish sejumlah isi website seperti teks, gambar, animasi, suara dll dengan aturan, proses dan alur kerja yang sudah baku sehingga website dapat terlihat sesuai keinginan.
Content Management System (CMS) dapat digunakan oleh orang yang tidak cukup mengerti pemrograman teknis. Menambah, mengubah atau menghapus isi website secara langsung dapat dilakukan tanpa mengetik script pemrograman, Perubahan isi website dapat dilakukan melalui internet dengan mudah, cepat dan tanpa menginstall software apapun atau memiliki kemampuan teknis bahasa pemrograman. Apakah hanya web content dan dokumen saja yang bisa diatur? Tentu saja tidak. Dalam perkembangannya hal-hal yang bisa diatur oleh sebuah CMS semakin banyak, contohnya block atau module position, menyisipkan dan menghapus fungsi (bahasa kerennya plugin / component), front page manager, bahkan template atau themes dari tampilan website. Struktur CMS secara garis besar terdiri dari dua bagian, yaitu Frontend dan Backend.

Frontend adalah tampilan halaman web kita, yaitu halaman yang diakses oleh pengunjung umum sedangkan Backend adalah bagian administrasi yang hanya bisa diakses sang pemilik web maupun orang-orang yang telah ditunjuk untuk melakukan manajemen website. Istilah umumnya halaman admin (admin page).

Beberapa keuntungan menggunakan CMS:
1). Dengan CMS informasi yang ditampilkan secara online tetap up-todate, konsisten dan mempunyai nilai informasi terkini.
2). Menambah berita atau artikel dapat dilakukan dari mana saja oleh member atau user yang diberi hak untuk mem-posting berita.
3). Webmaster dapat lebih konsen pada sisi teknologi nya saja, sedangkan konten atau isi dapat diberikan wewenang nya kepada user tertentu.
4). Dengan CMS artikel dan berita dapat diatur berdasarkan criteria tertentu, masing-masing pemilik berita bertanggung jawab dengan informasi yang mereka kirim ke website
5). Pemilik website memegang kendali penuh terhadap isi dan tampilan website
6). CMS didesain untuk pemilik website yang tidak memiliki keahlian teknis pemmrogaman

Manfaat umum CMS
Manajemen Data, manajemen Data merupakan fungsi utama CMS. Semua data dan informasi yang telah ditampilkan belm dapat diorganisasikan dan disimpan dengan baik. Setiap saat, data dan informasi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan . CMS pun mendukung berbagai macam-macam format data seperti XML, HTML, PDF dan lain-lain, indexing, fungsi pencarian, dan control terhadap revisi terhadap data dan informasi.
Mengatur Siklus Hidup Website, banyak CMS memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi yang akan ditampilkan, masa atau waktu penampilan, dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi direview dahulu oleh editor agar validasinya terjamin.
Mendukung Web Templateing dan Standarisasi, Setiap halaman website berasal dari templateyang telah disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor, dapat berkosentrasi penuh dalam menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi mudah berjalan karena sudah ada template. Beberapa bagian website kadang telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat langsung diubah. Penetapan bagian website memberikan stndarisasi kepada seluruh bagian website.
Personalisasi Website, Sekali ditempatkan dalam CMS, isi ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan penggunanya. Terlebih lagi, kelebihan CMS yang dapat memisahkan isi dan design menyebabkan proses personalisasi berjalan mudah.
Sindikasi, Sindikasi memungkinkan sebuah website membagi isinya kepada website-website lain. Format data yang didukung pun cukup bervariasi mulai dari rss, rdx, xml hingga “backend scripting”. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi mudah pula dilakukan karena isi design dibuat terpisah.
Akuntanbilitas atau Akurasi, Karena CMS mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada penggunanya, data dan informasi dapat pula dipertanggung jawabkan dengan baik. Setiap penulis atau editor memiliki tugas masing-masing dan hak akses berbeda-beda pula. Dengan demikian, setiap perubahan di website dapat segera ditelusuri dan diperbaiki seperlunya.
Penggunaan CMS
CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti:

  1. Mengelola website pribadi
  2. Mengelola website perusahaan
  3. Portal atau website komunitas
  4.  Galery Photo
  5. Forum
  6. Aplikasi E-Commerce, E-Learning, E-Goverment dan lain-lain.
Model CMS !
CMS bisa kita buat sendiri. Namun untuk membuatnya kita harus mempunyai pengetahuan yang memadai tentang bahasa pemrograman dan database. Namun tak perlu khawatir, karena saat ini sudah terdapat puluhan CMS. Ada yang licensed, yaitu anda harus membayar untuk memiliki dan menggunakanya. Namun banyak pula yang gratis, istilahnya Open source.
Model CMS sendiri Ada dua model Content Management System yaitu :
1. CMS Komersial , CMS Komersial dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan perusahaan software yang menjalankan usahanya dengan motif mencari keuntungan. CMS komersialpun menyediakan hampir semua feature dan tidak tersedia secara gratis karena penggunaannya harus membeli licensi dari perusahaan pembuatnya (dari licensi berdasarkan jumlah penggunnya sampai sifat multiserver dan harga murah sampai mahal).
2. CMS Open Source, CMS yang dibuat dan dikembangkan oleh sekelompok orang atau perusahaan yang intinya meberikan alternatif murah dan terjangkau kepada pengguna. CMS tersedia secara gratis dapat dipergunakan tanpa batasan, dan memberikan akses kepada pengguna akan kode pemrograman sehingga mudah memodifikasi CMS dimasa mendatang. OpenSource terbagi menjadi dua model yaitu

  • Sistem Open Source berbasis komunitas
Sistem Open Source berbasis komunitas merupakan sistem Open Source tradisional dan free secara keseluruhan. Sistem cocok untuk organisasi yang akan mengembangkan sumber daya internalnya secara kuat.

  • Sistem Open Source berbasis dukungan komersial
Suatu organisasi menyediakan layanan profesional atau mendukung produk walaupun kodenya free, tetapi system dievaluasi seperti sistem komersial. Walaupun lisennya gratis, sistemnya harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis
Berdasarkan penggunaannya, CMS dibedakan menjadi: Portal, Blogs, E-Commerce, Groupware, Forums, E-Learning, Image gallery, dan wiki. Berikut ini beberapa Open Source CMS untuk masing-masing kategori tersebut.
Portal
1024, AIOCP, AssoClateD, Bcoos, BigAce, BitWeaver, BlofoxCMS,CMS Made Simple, ContentNow, DBHcms, Dragonfly CMS, Drupal, e107, EazyPortal, Elxis, Enano CMS, Etomite, Exponent, ExV2, eZ Publish, Fundament, Fuzzylime, Geeklog, iGaming CMS, Jaws, Joomla, LoveCMS, Mambo, MDPro, MODx, Netious, OneCMS, Ovidentia, Pheap, PHP-Fusion, PHP-Nuke, phpwcms, phpWebSite, PLUME CMS, Postnuke, RunCMS, SilverStripe, SPIP, TikiWiki CMS, toendaCMS, Typo3, Typolight, Website Baker, Xaraya, XOOPS, dan YACS.

Blogs
b2evolution, Blogger, Dotclear, Eggblog, FlatPress, LifeType, Loudblog, Nucleus CMS, sBlog, Serendipity, SimplePHPBlog, Simplog, Textpattern, WB News, Wheatblog, WordPress, dan Zomplog.
E-Commerce
cpCommerce, Freeway, Opencart, osc2nuke, osCMax, osCommerce, phpShop, dan Zen Cart.
Groupware
Achievo, ACollab, dotProject, eGroupWare, Flyspray, Group-Office, more.groupware, phpGroupWare, PHProjekt, ProjectPier, Streber, dan WebCollab.
Forum
bbPress, Beehive, DeluxeBB, FUDForum, IceBB, Mercury, miniBB, MyBB, MyTopix, Phorum, phpBB, PunBB, QuickSilver, SMF, UNB, UseBB, Vanilla, W-Agora, dan XMB
E-Learning.
ATutor, Claroline, ClaSS, Docebo suite, Dokeos, DrupalEd, Interact, Moodle, SiteAtSchool, dan SyndeoCMS.
Image Gallery
4Images, Coppermine, Gallery, Gallery 2, LinPHA, Minishowcase, nzFotolog, Phormer, PhpWebGallery, Pixelpost, Plogger, Singapore, Thickbox Gallery, TinyWebGallery, WEBalbum, Zenphoto, dan Zoph.
DokuWiki, MediaWiki, PmWiki, QwikiWiki, UniWakka, Wikepage, dan WikkaWiki.

sumber : Ilmuwebsitezine edisi 1

No comments :

Post a Comment